Cara pembagian bersusun (porogapit) langkah demi langkah
Dalam pembagian bersusun, pembagi ditulis di kiri, yang dibagi di dalam tanda kurung, dan hasil bagi di atasnya. Susunan ini sering disebut porogapit.
Contoh 96 : 4 menghasilkan 24. Semua langkah pengurangan ditulis di bawah bilangan yang dibagi.
Diajarkan di kelas berapa?
- Fase B (kelas III–IV): perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100; buku Kelas IV mengajarkan pembagian bersusun dua angka dengan satu angka.
- Fase C (kelas V–VI): operasi hitung sampai 100.000; buku Kelas V memuat soal seperti 67.032 : 147.
Contoh: 96 : 4
496
24496816160
Kiri: soal seperti di lembar kerja. Kanan: penyelesaian lengkap di kunci jawaban.
Langkah demi langkah
- 1Mulai dari angka pertama: 9.
- 2Berapa kali 4 masuk ke 9? 2 kali – tulis 2 di hasil bagi. 2 × 4 = 8; 9 − 8 = 1.
- 3Turunkan angka berikutnya, 6: menjadi 16.
- 4Berapa kali 4 masuk ke 16? 4 kali – tulis 4 di hasil bagi. 4 × 4 = 16; 16 − 16 = 0.
- 5Habis dibagi: hasil baginya 24.
- 6Periksa: 4 × 24 = 96.
Kesalahan yang sering terjadi
- Lupa menulis 0 di hasil bagi: jika bilangan yang diturunkan lebih kecil dari pembagi, tulis 0 lalu turunkan angka berikutnya.
- Sisa lebih besar dari pembagi: setelah setiap pengurangan, hasilnya harus lebih kecil dari pembagi.
- Periksa: pembagi × hasil bagi + sisa harus sama dengan bilangan yang dibagi.
Lembar kerja pembagian
- Pembagian bersusun dua angka : satu angkaFase B (Kelas III–IV) · Buku Matematika Kelas IV
- Pembagian bersusun lima angka : tiga angkaFase C (Kelas V–VI) · CP Matematika Fase C; Buku Kelas V